Dalam konfigurasi sistem catu daya UPS, pemutus sirkuit DC menjalankan fungsi ganda yaitu isolasi dan proteksi arus lebih untuk sirkuit baterai. Jenis catu daya UPS yang berbeda sesuai dengan voltase dan arus pengenal baterai yang berbeda, sehingga memerlukan adaptasi pemutus sirkuit DC dengan jumlah kutub yang berbeda. Artikel ini akan merinci berbagai metode pengkabelan pemutus sirkuit DC 1P/2P/3P/4P yang diterapkan dalam sistem UPS.
1. Pemutus sirkuit memiliki parameter standar termasuk tegangan pengenal dan arus pengenal (untuk tipe 1P). Ketika parameter ini gagal memenuhi persyaratan tegangan dan arus baterai, tegangan dan arus pengoperasian dapat ditingkatkan dengan menambahkan jumlah kutub pemutus arus dan mengadopsi konfigurasi sambungan seri-paralel. Secara khusus, sambungan seri meningkatkan tegangan sedangkan sambungan paralel meningkatkan arus.Di sini, kita mengambil tegangan pengenal 250V sebagai contoh.
A:Misalnya: Untuk UPS dengan kapasitas 40 kVA dan rangkaian baterai terukur 32 sel (menyamakan tegangan pengisian: 14 V × 32 = 448 V; ada juga baterai dengan tegangan pengisian mengambang hanya 13,6 V, yang digunakan di sini hanya untuk tujuan ilustrasi), arus pengoperasian maksimum dihitung sebagai 40 kVA × 1,0 90% 10 V 32 = 139 A (dengan asumsi a faktor daya 1,0, efisiensi 90%, dan tegangan pemutusan yang diatur UPS sebesar 10 V per sel). Dalam hal ini, pemutus arus 2P 500 V 200 A sudah cukup. Metode pengkabelan adalah sebagai berikut:
B:Bagaimana jika yang digunakan adalah pemutus arus 2P 500 V 100 A? Persyaratan ini dapat dipenuhi dengan pemutus arus 4P—khususnya, dengan memparalelkan dua set pemutus arus 2P untuk meningkatkan kapasitas hantar arus. Metode pengkabelan adalah sebagai berikut:

C:Misalnya: Untuk UPS dengan kapasitas 40 kVA dan rangkaian baterai terukur 40 sel (menyamakan tegangan pengisian: 14 V × 40 = 560 V), arus pengoperasian maksimum dihitung sebagai 40 kVA × 1,0 90% 10 V 40 = 111 A. Pemutus sirkuit 3P 750 V 150 A dapat digunakan, dengan dua kutubnya dihubungkan dalam seri. Metode pengkabelan adalah sebagai berikut:

D:Misalnya: Untuk UPS dengan kapasitas 40 kVA, rangkaian baterai terukur 32 sel, dan sambungan kabel netral (menyamakan tegangan pengisian: 14 V × 32 = 448 V, yaitu ±224 V), arus pengoperasian maksimum dihitung sebagai 40 kVA × 1,0 90% 10 V 32 = 139 A. A 3P 500 V 200 Pemutus sirkuit dapat diadopsi, dan metode pengkabelan adalah sebagai berikut:

E:Misalnya: Untuk UPS dengan kapasitas 40 kVA, rangkaian baterai terukur 40 sel, dan sambungan kabel netral (menyamakan tegangan pengisian daya: 14 V × 40 = 560 V, yaitu ±280 V), arus pengoperasian maksimum dihitung sebagai 40 kVA × 1,0 90% 10 V 40 = 111 A. A 4P 750 V 150 Pemutus arus dapat digunakan, dengan dua kutub dihubungkan secara seri. Metode pengkabelan adalah sebagai berikut:
